Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Ali Fikri (Foto : Istimewa) |
PALEMBANG, SP - Update penyidikan Komisi Pemberansan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi kerja sama dalam pengangkutan batu bara pada PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) yang merupakan salah satu BUMD milik Pemprov Sumsel.
Satu Minggu terakhir ini, penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan sebanyak 19 saksi di Mapolrestabes Palembang.
Selain memeriksa belasan saksi, penyidik KPK juga juga telah melakukan penggeledahan di wilayah Kota Palembang dengan lokasi yang digeledah yaitu 4 gedung perkantoran dari pihak rekanan PT SMS.
Bukti yang ditemukan diantaranya berbagai dokumen maupun alat eletronik yang diduga dapat mendukung proses penyidikan perkara tersebut.
"Update penyidikan dugaan TPK terkait kerjasama dalam pengangkutan batubara pada BUMD milik Pemprov Sumsel, selama satu Minggu bertempat di Polrestabes Palembang, penyidik telah selesai melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, dari sejumlah saksi yang diperiksa dua tidak hadir atas nama Toni Direktur PT. Alumagada Jaya Mandiri dan Gierry Helvan Manajer Teknik dan Operasional PT SMS. Keduanya diagendakan untuk penjadwalan ulang," ujar juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Senin (6/3/2023).
Ali Fikri menjelaskan, para saksi lainya hadir dan dan dalami pengetahuannya antara lain terkait dengan pelaksanaan operasional keuangan di PT SMS, termasuk adanya dugaan perintah dari pihak yang terkait dengan perkara ini untuk melakukan transaksi keuangan fiktif.
"Selain itu beberapa waktu yang lalu, Tim Penyidik juga melakukan penggeledahan di wilayah Kota Palembang dengan lokasi yang digeledah yaitu 4 gedung perkantoran dari pihak rekanan PT SMS. Dari penggeledahan bukti yang ditemukan diantaranya berbagai dokumen maupun alat eletronik yang diduga dapat mendukung proses penyidikan perkara ini. Analisis dan penyitaan tetap masih akan dilakukan untuk melengkapi berkas perkara penyidikan," jelas Ali Fikri.
Diketahui sebelumya, KPK telah melakukan pendalaman terkait dengan administrasi pembukuan keuangan PT SMS yang diduga dikondisikan oleh pihak yang terkait dengan perkara tersebut, dan teknis pembayaran dalam kerjasama pengangkutan batubara.
Serta mendalami terkait pelaksanaan kerjasama dengan PT SMS dalam aktivitas pengangkutan batubara di Sumsel.
Penyidik KPK juga mendalami pengeluaran uang dari kas PT SMS tanpa bukti yang jelas dan diduga mengalir ke pihak yang terkait dengan perkara tersebut.
Bahkan guna mengusut aliran dana PT SMS, penyidik KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pegawai Bank Mandiri Cabang Palembang.
Terkait kontruksi lengkap perkara, pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dan pasal yang disangkakan, KPK akan menyampaikan ketika proses penyidikan dinilai cukup dan dilanjutkan dengan upaya paksa penangkapan maupun penahanan. (Ariel)