![]() |
SJ (13) warga Ogan Baru Kertapati saat melapor ke Polrestabes Palembang. (Foto : Haris/SP) |
PALEMBANG, SP – Baru tiga hari kenalan melalui Facebook, SJ
(13) warga Kelurahan Ogan Baru Kertapati, diperkosa DI (18), Minggu (1/11/2020)
di kos-kosan.
Rijen Kadin Hasibuan, Kuasa Hukum korban mengatakan, kejadian tersebut berawal
saat korban baru kenalan dengan pelaku melalui media sosial selama tiga hari.
Setelah berkenalan pelaku mengajak korban jalan-jalan.
"Sesudah kenalan di Facebook, pelaku kemudian melanjutkan percakapan lewat
Whatsup. Lalu mengajak korban untuk jalan-jalan sekitar pukul 13.00 WIB,"
ujar Rijen usai mendampingi keluarga korban melapor ke SPKT Polda Sumsel, Rabu
(4/11/2020).
Selama di perjalanan dari rumah korban, kata Rijen, korban diajak pelaku
melewati jalanan sempit sebelum tiba di kos-kosan di kawasan Jalan Angkatan 66
Palembang.
Setelah sampai di kos-kosan sekitar pukul 13.30 WIB, korban
sempat bertanya kepada pelaku maksud mengajaknya ke tempat tersebut.
"Korban sempat tanya mau ngapain di kos-kosan itu, terus pelaku jawab mau
ke sini sebentar. Setelah masuk ke kamar, pelaku langsung menarik korban dan
terjadilah pemerkosaan sebanyak satu kali," jelasnya.
Setelah pelaku melampiaskan nafsunya, pelaku kemudian mengajak korban pulang.
Namun bukannya diantar pulang, korban ditinggal begitu saja di pinggir jalan
tak jauh dari lokasi kos-kosan tersebut.
"Setelah ditinggal di pinggir jalan, korban kemudian menghubungi temannya
melalui ponselnya untuk minta dijemput karena tidak mengetahui lokasi
setempat," kata Rijen.
Rijen juga mengatakan, jika pelaku pemerkosaan diduga sudah profesional dalam
mencari mangsa, lantaran pasca melancarkan aksinya seluruh akses untuk menghubungi
pelaku langsung hilang karena telepon dan media sosial yang digunakan pelaku
telah diblokir.
Sementara itu orangtua korban, Amsah mengatakan, keluarga baru mengetahui jika
anaknya menjadi korban pemerkosaan lantaran korban lebih banyak mengurung diri
tidak seperti biasanya.
"Dio nih idak cak biasonyo, ngurung diri selama dua hari. Banyak melamun,
makan dak galak, habis mandi idak besisir, pokoknyo cak wong gila. Sempat
ditanyoi ado apo, tapi idak galak ngaku karena diem bae,"kata ibu kandungnya. (haris)