![]() |
Ilustrasi (foto/net) |
PALEMBANG, SP - Pemerintah Kota Palembang melalui PT Trans
Musi Palembang Jaya (TMPJ) mendapatkan bantuan By The Service sebesar Rp20 miliar setiap tahunnya dari Kementerian
Perhubungan.
Direktur PT Trans Musi
Palembang Jaya (TMPJ) Anthony Rais mengatakan, By The Service akan berfungsi
sebagai feeder bagi masyarakat yang akan menggunakan LRT. Untuk tahap awal
direncanakan akan dibuka sebanyak tiga rute baru sebagai transportasi pengubung
masyarakat dari sejumlah statasion LRT.
"Bantuan untuk 41
bus Trans Musi yang dijalankan di tiga rute By The Service sekitar Rp20 miliar
pertahun. Karena ini bantuan dari Kemenhub, maka harus ikut lelang dulu pada
pertengahan Februari. Secepatnya Maret sudah mulai jalan," katanya.
Dijelaskannya, bantuan
By The Service ini juga menggantikan
distopnya bantuan bus seperti yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Maka, 2020
dan seterusnya bentuk bantuan berupa dana sekitar Rp20 miliar pertahun.
“Tiga trayek baru
dalam program By The Service atau
juga disebut pelayanan kepada masyarakat ini yakni Jalur Asrama Haji -
Alang-Alang Lebar (AAL), Jalur Asrama Haji - Sako dan Plaju - Tegal Binangun –
OPI,” terangnya.
Menurutnya, agar bisa
tetap mendapatkan By The Service, PT PMPJ harus memenuhi beberapa syarat, seperti
bus Trans Musi tidak menggunakan kondektur namun hanya sopir saja, sopir harus
menggunakan id card atau tanda
pengenal dan pembayaran tiket dilakukan secara non tunai. "Selama
dua bulan pertama kita akan coba gratiskan," katanya.
Anthony mengatakan,
hal yang paling penting yakni 41 bus harus menggunakan Global Positioning
System (GPS) atau yang dalam bahasa Indonesia disebut Sistem Pemosisi Global.
Dengan dipasangnya GPS disetiap bus, maka setiap pergerakan bus akan terpantau.
"GPS ini terpantau ke
Kemenhub, jadi akan terpantau kecepatan bus tidak boleh lebih dari 40 Km
perjam, tidak boleh melanggar aturan lalulintas, jika dilanggar dan terpantau,
maka kita tidak akan diberi dana bantuan itu lagi," katanya. (Ara)