![]() |
MUBA, SP - Intensitas hujan yang terus mengguyur
akhir-akhir ini, telah menjadi perhatian serius beberapa pihak,
mengingat Kabupaten Muba memiliki wilayah dataran rendah yang
sebagian besar daerah aliran sungai, hal itu tidak menutup
kemungkinan akan berdampak terjadinya bencana alam seperti Banjir
dan pohon tumbang.
Menyikapi kemungkinan terburuk yang bakal terjadi, Polres
Muba gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam yang dipimpin
Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK dengan melibatkan
stakeholder yang ada di Kabupaten Muba.
Instasi yang ikut dalam Rakor tersebut TNI, BPBD Muba,
Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pol-PP, Camat, para Pejabat Utama Polres
Muba dan wartawan yang bertugas di Muba.
Pada kesempatan itu, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus
Pinem SIK mengatakan, Rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi
tentang cara bertindak, apabila terjadi bencana alam di Kabupaten Muba.
“Kami mengharapkan adanya sinergitas antar instansi
terkait, dalam menangani dan menanggulangi terjadinya bencana alam,"
jelasnya, (26/2/2020).
Kapolres membeberkan bahwa penanggulangan bencana adalah
tugas bersama, untuk melindungi masyarakat Kabupaten Muba jika
terjadi bencana. “Ini adalah tugas bersama, mari kita persiapkan
segala sesuatunya untuk antisipasi bila terjadi bencana,” imbuhnya.
Lebih lanjut menurutnya, curah hujan yang cukup tinggi
beberapa hari dan beberapa minggu yang lalu membuat semua pihak harus
siaga. "Polres Musi Banyuasin dalam hal ini telah memberikan bantuan
kepada korban banjir yang ada dibeberapa titik seperti bantuan baksos,
sembako termasuk beberapa waktu lalu di SP 3 dan di dusun Serasan
Jaya," Pungkasnya.
Sementara, Kalak BPBD Muba Indita Purnama mengatakan
Kabupaten Muba saat ini masuk siaga banjir khususnya yang berada di
bantaran sungai musi. Pemkab Muba telah melakukan siaga banjir di
wilayah bantaran sungai mulai dari Desa Babat Toman, Lawang Wetan dan
beberapa desa yang rawan banjir.
"Dari bulan desember sudah mendirikan posko. Berkoordinasi
dengan dinas kesehatan masalah obat obatan yang berkaitan dengan
terjadinya penyakit di masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut Indita menjelaskan, saat ini pihaknya terus
memantau dan monitor setiap saat perkembangan yang terjadi di wilayah
masing-masing. "Bersama instansi terkait, TNI Polri kemudian yang
berkaitan sesuai dengan arahan Pak Bupati bahwa pemerintah daerah harus
menjamin kebutuhan mendasar dari masyarakat yang terdampak banjir dan
ada beberapa wilayah seperti SP3, itu rencananya tahun ini juga akan
disiapkan tanah untuk tempat relokasi," imbuhnya.
Indita menghimbau, agar masyarakat yang terdampak terutama
yang di bantaran sungai harus waspada, berhati-hati terutama menjaga
anak-anak mengawasinya supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.
(ch@)