Notification

×

Tag Terpopuler


Penyaluran Elpiji 3 Kilogram Aman

Monday, January 27, 2020 | Monday, January 27, 2020 WIB Last Updated 2020-01-27T07:31:14Z

PALEMBANG, SP - Pertamina memastikan stock  akan aman seiring dengan rencana pemerintah mencabut subsidi elpiji 3 kg. Bahkan, perusahaan energy ini juga akan mengawasi ketat indikasi penimbunan. Pencabutan subisi elpiji 3 kg masih menjadi hal menakutkan masyarakat negeri ini. Pasalnya, dengan pencabutan, dipastikan harga elpiji berwarna hijau tersebut akan naik menjadi Rp 35 ribu per tabung.
Primarini, GM Pertamina MOR II Sumbagsel mengatakan, Kami pastikan stok dan penyaluran gas elpiji 3 kilogram akan tetap normal. Dengan begitu pula, potensi penimbunan yang bisa saja muncul akan diawasi ketat.
“Dengan menerjunkan tim sales area manager yang menghandle tiap provinsi dan sales branch manager untuk area lebih spesifik, tim inilah yang menjamin distribusi dan ketersediaan elpiji di tiap pangkalan dan agen,” ujar nya, Senin ( 27/1).
Lanjutnya, Namun, hingga saat ini distribusi elpiji 3 kilogram masih normal dilakukan Pertamina sesuai dengan kuota pemerintah. Jadi Pertamina menjamin distribusi dan stok elpiji gas 3 kilogram tetap aman, meskipun isu pencabutan subsidi gas 3 kilogram ada.
“Kita juga meminta jika masyarakat kesulitan mendapat elpiji 3 kilogram ataupun ditemukan ada kenaikan harga elpiji dari harga saat ini Rp18 ribu per tabung untuk melapor ke 135,” ucapnya.
Ia menegaskan untuk di wilayah Sumbagsel dipastikan tidak terjadi kelangkaan gas. Yang dikuatirkan adalah dari pangkalan ke maayarakat, karenanya secara random pihaknya melakukan sidak-sidak ke lapangan dan mengecek.
Sementara Region Manager Communication and CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf menambahkan,, sebagai operator, prinsipnya Pertamina siap dengan kebijakan Pemerintah tekait mekanisme distribusi LPG 3 kg, termasuk jika nanti akan dilaksanakan dengan sistem tertutup.
“Pertamina akan selalu memastikan availability produk dan memastikan lembaga penyalur untuk siap dengan mekanisme distribusi tertutup tersebut. Saat ini kami menunggu arahan selanjutnya dari Pemerintah untuk skema dan waktu pelaksanaannya,” katanya. (dkd)
×
Berita Terbaru Update