![]() |
Dua Pelaku Jambret Di Kawasan Pasar 16 Palembang Saat Diperiksa Petugas (foto/ist) |
PALEMBANG, SP - Aksi heroik
dilakoni Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom saat tengah asyik lari pagi
di sekitaran Pasar 16 Palembang, Jumat (10/1) pagi. Dia ikut turun tangan
meringkus dua penjambret saat beraksi di sekitaran Jalan Beringin Janggut IT I.
Konsentrasi pimpinan kepolisian
di Kota Metropolis ini mendadak pecah mendengar jeritan Nursinta (18) warga
Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Usut punya usut, gadis belia itu
kehilangan satu unit ponselnya usai digasak Sadi Satra (34) dan Heriyanto (29).
Kedua pelaku ini memang
berprofesi sebagai tukang jambret yang kerap beraksi di kawasan Pasar 16 Ilir
Palembang dan sekitarnya. Hanya sayangnya, perjalanan mereka sebagai bandit
kriminal berakhir ditangan Kapolrestabes Palembang.
Saat korban menjerit
sekencang-kencangnya, menarik perhatian warga sekitar yang mengejar pelaku
bahkan nyaris diamuk massa. Beruntung, Kombes Pol Anom ikut mengamankan dan
menyelamatkan kedua pelaku dari amarah warga.
Selanjutnya kedua pelaku dan
barang bukti satu unit ponsel milik korban dibawa ke Mapolrestabes Palembang
guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut bersama korban untuk membuat laporan
tindak kejahatan.
“Kebetulan saya sedang melintas
lari pagi melihat ada kumpulan warga dan ternyata ada pelaku kejahatan,
sehingga langsung diserahkan ke petugas di lapangan,” kata Anom.
Sementara itu Kasat Reskrim
Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono mengatakan, kedua pelaku diduga merupakan
kawanan copet yang kerap meresahkan masyarakat dan pengunjung di seputaran
Pasar 16 Ilir.
“Saat ini kedua pelaku masih
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena diduga masih ada tindak pidana lain
yang melibatkan keduanya,” ucap Nuryono, Sabtu (11/1).
Atas perbuatan tersebut, Nuryono
menambahkan, kedua pelaku akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dalam
keadaan memberatkan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
Sedangkan tersangka Heriyanto
menuturkan, dalam melancarkan aksi tersebut mereka berbagi peran dan tersangka
Sadi yang bertindak sebagai eksekutor.
“Aku memepet korban, kak Sadi yang ambil HP,
setelah aku beri kode jika situasi aman. Tapi ternyata korban tahu dan kami
ditangkap warga,” kata Heri yang mengaku
sudah dua kali melakukan aksi yang sama. (fan)