![]() |
PALEMBANG, SP - Awalnya dari budidaya jamur tiram putih sendiri, kemudian di kembangkannya menjual jamur yang sudah di goreng. Siapa sangka kalau ditekuni bisa menghasilkan rupiah yang lumayan besar. Meskipun dengan modal terbatas bukan alasan untuk takut berkembang.
Selama ada kemauan, pasti ada jalan.
Hal ini di jalani Febrianti, seorang Ibu yang sukses mengembangkan usaha di bidang kuliner jamur crispy. Mulanya, dia hanya menjual yang mentah saja, atas saran dari keluarga yang gemar mencicipi jamur crispynya kemudian memberanikan diri untuk menjualnya.
“Jamur yang saya budidayakan setelah dipanen, hanya mampu bertahan sehari. Sisanya suka di bikin gorengan untuk makan keluarga, atas saran keluarga, untuk mengolah dan menjual jamur ini agar mempunyai nilai jual tambahan,” jelasnya, Senin (7/10).
Kata febri, biasa ia di sapa, saat itu belum ada tempat khusus untuk berjualan. Dia menjual jamur olahannya berdasarkan pesanan. Misalnya, pesanan dari teman, tetangga, maupun relasi saudara, yang kini jadi pelanggan tetap. Lama-lama penggemar jamur buatannya pun semakin banyak. febri berpikir untuk membuka sebuah outlet dan mengembangkan usahanya.
Awal Desember 2018, febri memberanikan diri membuka outletnya di jalan Kol. H. Burlian dengan nama merek jamur crispy 86. Sambutannya pun sangat baik, dalam rentang waktu tidak sampai setahun ia sudah membuka 4 oulet yang tersebar di kota Palembang.
“Rasa yang ditawarkan ada 10 rasa, antara lain, Original, balado, pedas cabai, sapi panggang, jagung manis, keju manis, ayam bakar, BBQ, Jagung bakar dan pedas manis,”katanya.
Untuk rasa Balado paling banyak yang membelinya, untuk omset keseluruhan dalam sehari bisa mencapai 3- 5 Kg untuk satu oulet, jamur yang di jualnya dengan harga Rp 10 Ribu per porsinya. Dan sertiap hari jumat ada promo jumat Beli 2 Gratis 1, yakni beli Rp. 20 Ribu atau 2 porsi dapat 3 porsi dan untuk rasa nya boleh di tentuin sendiri. (dkd).